HAFIDH YANUAR PRASTIKO

Berpacu Menjadi Yang Terbaik

8 Tips Meningkatkan Komunikasi Efektif bagi Introvert & Extrovert

diposting oleh hafidh-yanuar-prastiko-fst18 pada 27 June 2019
di Unair.ac.id - 0 komentar

Komunikasi efektif tentunya tidak berjalan begitu saja, perlu ada trik dan kiat khusus agar pesan yang dimaknai satu pihak, dimaknai dengan sama oleh pihak lainnya. Bicara soal trik dan kiat khusus komunikasi efektif, ada dua tipe pribadi seseorang yang bisa dijadikan acuan, yaitu introvert dan extrovert.

Introvert memiliki kepribadian yang cenderung senang dengan pekerjaan-pekerjaan individu yang tidak membutuhkan banyak interaksi sosial dengan keramaian. Di sisi lain, extrovert senang dengan adanya banyak interaksi dan bertemu dengan banyak orang. Tentunya, membangun komunikasi efektif untuk keduanya berbeda agar pesan yang disampaikan bisa dimengerti orang lain. Sebelum tahu bagaimana tips agar komunikasi efektif, ada baiknya kamu kenali dulu dirimu dengan baik, apakah kamu seorang introvertatau extrovert.

 

Introvert

 

Banyak yang menyebut orang introvert pendiam dan pemalu, tapi sebenarnya itu kurang tepat. Ia hanya tidak suka langsung mengutarakan apa isi pikirannya ke “forum”, dan memproses banyak informasi dalam dirinya terlebih dahulu sebelum mengemukakannya. Kalau kamu termasuk orang introvert, berikut tips agar bisa melakukan komunikasi efektif.

 

Tekankan kualitas lebih dari kuantitas

Seorang introvert cenderung memilih percakapan personal, atau dalam kelompok-kelompok kecil, dibandingkan dengan kelompok besar atau berbicara di forum. Dalam forum besar, seorang introvert seringkali kesulitan untuk mengemukakan pendapatnya, atau mengalami ketakutan jika pendapatnya tampak tidak dihargai.  Jadi, coba bangun komunikasi efektif secara personal dengan orang-orang di sekitarmu.

Jangan salah, kecenderungan berkomunikasi secara personal dan mendalam bukan sesuatu yang buruk. Justru melakukan komunikasi efektif dengan cara tersebut, kamu bisa membangun kepercayaan dan hubungan dengan lebih baik dengan orang lain berlanjut dengan. Hal ini berlaku bukan hanya untuk hubungan personal dengan orang-orang terdekatmu, tapi juga untuk hubungan profesional dengan rekan-rekan kerja dan bahkan bosmu.

 

Miliki waktu dengan dirimu sendiri

Bagi introvert, berinteraksi dengan orang lain bisa jadi merupakan sesuatu yang melelahkan. Karenanya, jangan lupa untuk miliki waktu sendiri untuk berpikir dan membayangkan, karena ini pun bisa membantu jalannya komunikasi efektif. Dengan waktu sendiri, kamu sebagai introvert justru bisa memikirkan ide-ide terbaikmu, yang bisa berfungsi juga untuk diterapkan pada project apa pun yang sedang kamu kerjakan. Jadi sesibuk apa pun kamu, coba usahakan miliki waktu berkualitas dengan dirimu sendiri, bisa juga lho, ditandai dalam agenda dan kalendermu.

 

Miliki pertemuan atau rapat yang efektif

Banyak pertemuan dan rapat yang dijalankan tanpa, atau dengan sedikit perencanaan, sehingga banyak membuang waktu dan akhirnya tidak efektif. Sebelum menghadiri suatu rapat, coba pikirkan terlebih dahulu apa saja ide yang ingin kamu disampaikan, terkait materi rapat tersebut. Kamu juga bisa mengajak anggota lainnya untuk melakukan hal yang sama, brainstorming sebelum datang rapat. Hal tersebut bisa membangun juga komunikasi efektif.

Lalu, dalam rapat tersebut, boleh-boleh saja tidak langsung menjawab atau menanggapi pendapat orang lain. Jadi jika ada yang berpendapat, kamu bisa ucapkan terima kasih atas perdapat baik mereka, dan kamu mendapat pemikiran menarik terkait hal tersebut, dan akan kembali untuk menanggapinya nanti. Dengan begiitu, kamu dan lawan bicaramu bisa tahu bahwa kalian sama-sama menghargai pemikiran satu sama lain. Kamu juga bisa mengatur dan membatasi, seberapa banyak rapat yang bisa kamu hadiri agar komunikasi efektif tetap berlangsung. Dengan beberapa hal tersebut, kamu sebagai introvert pun bisa memiliki komunikasi efektif dalam suatu pertemuan atau rapat.

 

Jangan terlalu “keras” pada diri sendiri

Kamu yang paling mengenal dirimu sendiri, termasuk juga apa yang kamu sebagai introvert sukai dan tidak. Jika beberapa langkah di atas sudah kamu jalankan tapi belum berhasil membuatmu melakukan komunikasi efektif, tenang saja. Jangan berpikir terlalu banyak, atau dibawa terlalu stres. Santai saja dan coba lagi untuk meningkatkan komunikasi efektif dirimu.

 

Extrovert

 

Apa kamu cenderung lebih senang dengan adanya interaksi dengan orang banyak, dan tergabung dengan “forum” yang besar? Atau juga lebih senang dengan banyak aktivitas daripada berpikir? Nah berarti kamu termasuk extrovert, nih. Banyak artikel yang memuat tentang berbagai tips untuk mereka yang introvert, tapi terkadang menjadi extrovert pun memiliki tantangannya sendiri. Tenang, selain buat introvert, berikut beberapa tips buat extrovert agar bisa melakukan komunikasi efektif.

Extrovert, jangan batasi dirimu dengan lingkungan yang ada sekarang, untuk membangun komunikasi efektif. Lakukan “ekspansi” juga kepada lingkungan yang belum pernah kamu datangi. Misalnya bagi kamu yang masih kuliah, jangan batasi dirimu dengan teman-teman satu jurusan saja, lakukan juga interaksi dengan orang-orang luar jurusanmu. Atau kamu yang sudah bekerja, coba berinteraksi juga dengan orang-orang dari divisi lain, agar komunikasi efektif yang kamu sedang bangun bisa semakin terlatih. Dengan demikian, kamu bisa mendapat lebih banyak jaringan dan potensi untuk pekerjaanmu di masa mendatang.

 

Stop interupsi

Kamu yang ekstrovert pasti “hobi” ngomong dan mengemukakan pendapat, juga senang diperhatikan orang banyak ya. Meskipun begitu, tetap hati-hati ya, terlebih agar bisa melakukan komunikasi efektif. Coba cek, apa kamu sering memotong omongan orang lain? Jika ya, harus segera diperbaiki nih. Tentu tidak ada yang senang jika omongannya dipotong, terlebih ketika ia sedang mengemukakan pendapat. Biarkan orang lain berbicara sampai selesai terlebih dahulu, sekalipun kamu tidak setuju dengan apa yang ia kemukakan. Setelah itu, barulah kamu bergantian untuk mengemukakan pendapatmu, termasuk ketidaksetujuanmu. Ingat, dengan memotong atau menghalangi orang lain berpendapat, kamu menghalangi ide-ide potensial juga. Karena itu, agar komunikasi efektif, biarkan orang lain menyelesaikan pesannya terlebih dahulu ya.

 

Belajar Mendengarkan

Sebagai lanjutan dari tidak memotong pembicaraan, belajarlah juga mendengarkan untuk membangun komunikasi efektif. Bukan sekadar menunggu orang lain selesai berbicara, tapi juga belajar mendengar apa yang orang lain coba sampaikan. Dengan berbicara, kamu hanya mengulang apa yang sudah kamu ketahui. Tapi dengan mendengar, kamu akan mendapat lebih banyak informasi dari apa yang kamu ketahui sebelumnya. Selain mendengarkan, coba belajar juga tanyakan pendapat orang lain, untuk melihat bagaimana persepsi mereka dan membangun juga komunikasi efektif.

 

Buat “penggerak” untuk dirimu

Bagi kamu yang senang berinteraksi dan berada bersama orang banyak, bekerja di tempat yang sunyi, diam, dan monoton bisa jadi membosankan. Coba akali hal tersebut dengan membuat “penggerak” bagi dirimu sendiri, misalnya dengan mendengarkan musik, atau mengobrol di saat sebelum dan sesudah bekerja. Jika di sekitarmu adalah orang introvert, atau tidak boleh berisik, dengarkan musik dengan headset ya. Dengan menciptakan penggerak bagi dirimu, perasaanmu pun akan lebih baik. Jadi, kamu tetap bisa melakukan komunikasi efektif dengan rekan kerja dan juga atasanmu.

 

 

 


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :