HAFIDH YANUAR PRASTIKO

Berpacu Menjadi Yang Terbaik

Review Samsung Galaxy Watch

diposting oleh hafidh-yanuar-prastiko-fst18 pada 26 June 2019
di Unair.ac.id - 0 komentar

Beberapa waktu lalu, Samsung sendiri telah meluncurkan Galaxy Watch di Indonesia. Menurut pihak Samsung, smartwatch terbaru ini dirancang untuk gaya hidup dan melacak kebugaran dari penggunanya dalam waktu yang lama.

Dari sisi desain, Samsung Galaxy Watch ini terlihat stylish dengan bentuk lingkaran seperti jam analog. Kaca layarnya sendiri menggunakan kaca Corning Gorilla Glass DX+ yang dapat meminimalisir terjadinya goresan.

Namun kacanya sendiri dibuat berada di arah dalam bingkainya sehingga minim terkena benturan dengan benda lain ketika digunakan. Menariknya, bingkai bagian atas smartwatch ini bisa diputar yang memungkinkan penggunanya dapat melakukan perpindahan menu maupun aplikasi.

Sekilas, Galaxy Watch ini dijual di dengan harga yang mencapai Rp 4.499.000 juta untuk warna Silver dengan diameter 46 milimeter. Sementara untuk warna Midnight Black dan Rose Gold dengan diameter 42 milimeter memiliki harga yang mencapai Rp 4.299.000.

Dengan harga sebesar itu, Samsung Galaxy Watch sudah mempunyai rangka dengan bahan dari Stainless Steel alias Baja sehingga menjadikannya anti karat. Sementara tali atau strap yang dimilikinya menggunakan bahan silikon sehingga membuat saya merasa nyaman ketika Galaxy Watch sudah disematkan di pergelangan tangan.

Menariknya lagi, tali dari Galaxy Watch ini mudah dibongkar pasang sehingga apabila saya bosan dapat menggantinya dengan tali yang mempunyai motif maupun warna yang lebih menarik lagi dibandingkan versi bawaannya.

Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk menguji Samsung Galaxy Watch yang berwarna Midnight Black dengan diameter 42 milimeter hampir sebulan. Untuk varian diameter ini memiliki lebar 1,2 inci (30 mm) dengan resolusi 360 x 360 piksel.

Bisa dibilang resolusi ini sudah standar bagi smartwatch yang lahir di tahun 2018. Sementara teknologi layarnya menggunakan Circular Super AMOLED yang tajam dan jernih ketika dilihat mata.

Menariknya lagi tingkat kecerahan atau brightness dari smartwatch ini dapat diatur sesuai kebutuhan dari penggunanya sehingga sangat nyaman ketika digunakan untuk aktivitas di dalam maupun luar ruangan.

Layarnya akan istirahat ketika Galaxy Watch mendeteksi tidak adanya pergerakan di tangan. Namun apabila saya menggerakan tangan untuk melihat smartwatch, maka secara otomatis layar akan aktif kembali. Pada bagian bawah smartwatch ini terdapat pendeteksi jantung yang dapat bisa mengukur jantung hingga tingkat stres dari penggunanya.

 

Performa

Smartwatch ini menggunakan chipset Exynos 9110 Dual-core 1,15 GHz, RAM 768 MB, dan storage internal 4 GB. Dengan kombinasi hardware ini pihak Samsung mengklaim bahwa Galaxy Watch dapat berjalan dengan lancar ketika digunakan dalam pemakaian sehari-hari.

Saya pun merasakan bahwa smartwatch ini dapat berjalan dengan lancar setiap saya gunakan, bahkan animasi perpindahan antar menu maupun aplikasi dapat berjalan dengan mulus tanpa lag sama sekali.

Sistem operasi Tizen 4.0 yang hadir pada smartwatch ini memiliki tampilan antarmuka yang pas dan memudahkan saya untuk berganti-ganti menu sesuai dengan kebutuhan, mulai dari tampilan jam, pelacakan kebugaran, notifikasi, dan masih banyak lagi.

Sistem pengisian daya baterai dari Galaxy Watch ini menggunakan wireless charging yang memungkinkan smartwatch hanya perlua diletakkan langsung di atas wireless charger pad dan secara otomatis akan memperlihatkan indikator persentase dari pengisian daya.

Bisa dibilang pengisian daya baterai menggunakan fitur wireless charging ini lebih lama dibandingkan kabel. Hal ini terbukti dari Galaxy Watch yang membutuhkan waktu 2,5 jam – 3 jam untuk pengisian daya baterai dari kondisi 0 ke 100%.

Dengan sistem pengisian daya baterai yang seperti ini, mau tidak mau pengguna smartwatch ini harus membawa wireless charger pad ketika sedang bepergian ke luar kota atau luar negeri dalam waktu yang lama.

Galaxy Watch ini dibekali dengan baterai berkapasitas 270 mAh yang dijanjikan oleh pihak Samsung dapat bertahan selama 5 hari dalam pemakaian normal. Untuk itulah, saya mencoba dengan menjalankan beberapa aktivitas untuk mengukur kebugaran, meskipun lebih sering digunakan sebagai jam.

Selain untuk melacak aktivitas kebugaran dan menjadi jam, Samsung Galaxy Watch ini juga dapat digunakan untuk menghadirkan notifikasi pesan jejaring sosial, telepon, maupun SMS dari smartphone, memutar musik, dan masih banyak lagi.

Berdasarka pemakaian saya dalam aktivitas sehari-hari, Samsung Galaxy Watch ini mampu bertahan sekitar 2 hingga 3 hari hanya dalam sekali pengisian daya baterai saja. Bisa dibilang daya tahan Galaxy Watch cukup lama sebagai smartwatch dengan banyak fitur.

Fitur

 

Baterai

Seiring berjalannya waktu, smartwatch yang dihadirkan oleh Samsung semakin memiliki fitur yang lengkap terutama pada Galaxy Watch dengan segudang fitur aktivitas kebugarannya.

Menariknya lagi, smartwatch ini mampu mencta 37 aktivitas kebugaran sekaligus seperti berlari, berjalan, bersepeda, berenang, Treadmill, alat berat, memanjat gunung, Plank, dan masih banyak lagi yang datanya akan tersinkronisasi ke aplikasi Samsung Health.

Galaxy Watch juga secara aktif akan mencatat langkah, kalori, detak jantung, dan pola tidur selama smartwatch digunakan. Bahkan perangkat ini pun memiliki sensor Altimeter yang dapat mencatat ketinggian dan Barometer yang dapat mencatat tekanan udara.

Tidak lupa, GPS yang hadir pada smartwatch ini memiliki akurasi yang bagus pada saat penggunanya sedang berjalan biasa maupun melakukan aktivitas olahraga. Selain itu, Galaxy Watch dapat menampilkan informasi nama lokasi, cuaca, kelembaban, hingga sinar ultraviolet di tempat penggunanya berada.

Untuk membuat aktivitas kebugaran yang dilakukan penggunanya lebih menyenangkan, Samsung pun telah menyematkan fitur pemutar musik yang sudah hadir di dalam Galaxy Watch walaupun sedang tidak terhubung dengan smartphone.

Samsung Galaxy Watch sendiri telah dibekali dengan beragam Watch Faces (tampilan jam) secara bawaan yang dapat diganti di smatwatch langsung atau menggunakan aplikasi Galaxy Wear. Namun apabila penggunanya bosan dengan Watch Faces bawaan yang telah tersedia maka dapat mengunduh Watch Faces buatan orang lain melalui aplikasi Galaxy Wear, baik yang berbayar maupun gratis.

Dengan banyaknya pilihan ini membuat saya dapat memilih Watch Faces yang menarik. Saya pun menemukan beberapa Watch Faces dengan tampilan yang bagus, fungsionalitas banyak, hingga memiliki animasi.

Fitur notifikasi aplikasi, telepon, maupun SMS yang hadir pada Galaxy Watch ini sangat membantu ketika penggunanya sedang dalam perjalanan atau berada jauh dengan smartphone. Selanjutnya, Samsung juga menyematkan fitur pencari Galaxy Watch sehingga apabila diaktifkan maka smartwatch akan mengeluarkan suara yang keras untuk mudah dilacak.

Samsung sendiri telah menghadirkan fitur Samsung Pay yang memungkinkan transaksi pembayaran digital melalui Galaxy Watch. Sayangnya fitur yang satu ini baru bisa digunakan di beberapa merchant atau toko tertentu di Indonesia.

Menariknya, sertifikat IP68 telah hadir pada Galaxy Watch yang membuktikan bahwa telah tahan terhadap debu dan air hingga kedalam 5 ATM dalam waktu 30 menit. Tentu saja, penggunanya dapat menggunakan smartwatch ini ketika sedang berenang atau berendam di dalam air.

 

Aplikasi Pendamping

Samsung Galaxy Watch ini membutuhkan dua aplikasi sekaligus yang berfungsi untuk terhubung dengan smartphone dan memunculkan data pelacakan aktivitas kebugaran yang dilakukan.

Aplikasi pertama yang dibutuhkan untuk menghubungkan antara smartwatch dengan smartphone adalah Galaxy Wear. Nantinya smartwatch dapat dihubungkan dengan smartphone menggunakan Galaxy Wear bersama koneksi Bluetooth.

Setelah aplikasi diinstal maka penggunanya akan bisa mengatur Watch Face (tampilan jam), notifikasi, aplikasi, widget, suara, getaran, kecerahan tampilan, mengetahui informasi sisa baterai, kapasitas RAM, kapasitas storage Galaxy Watch, dan masih banyak lagi.

Apabila Galaxy Watch sudah terhubung dengan smartphone menggunakan aplikasi ini maka akan terdapat juga menu tambahan untuk menampilkan notifikasi dari handphone di smartwatch.

Selanjutnya, aplikasi kedua bernama Samsung Health yang berfungsi untuk melacak aktivitas kebugaran dan sehari-hari, mulai dari langkah, latihan, detak jantung, tingkat stres, tidur, dan masih banyak lagi.

Kedua aplikasi ini sendiri sudah dapat diunduh dan diinstal dari Google Play Store maupun Apple App Store. Dengan kata lain Galaxy Watch ini bisa terhubung dengan smartphone bersistem operasi Android dan iOS (alias iPhone maupun iPad).

 

Kesimpulan

Berdasarkan pemakaian selama hampir sebulan dalam aktivitas sehari-hari, saya merasa bahwa Galaxy Watch ini sangat nyaman digunakan, baik untuk melihat jam, melacak aktivitas kebugaran, mengecek kualitas tidur, hingga menampilkan notifikasi dari smartphone.

Bisa dibilang Samsung Galaxy Watch ini memiliki banyak fitur pada saat diaktifkan sehingga bagi orang yang baru menggunakannya pertama kali akan sedikit bingung ketika akan mencoba fitur-fitur yang ditawarkan.

Namun seiring berjalannya waktu, pengguna smartwatch ini akan mengerti fitur-fitur yang dihadirkan karena mudah dipelajari. Dengan kata lain, Samsung Galaxy Watch merupakan salah satu smartwatch menarik yang dapat menjadi pilihan menarik di kisaran harganya.

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :